Krisis di butuhkan oleh negara Amerika Serikat ini membuat

Krisis
2008

Krisis 2008 ini bermula
dari krisis negara Amerika Serikat kemudian meluar ke semua negaran belahan
dunia lain. Krisis ini di mulai karena adanya dorongan dari masyarakat Amerika
mengenai konsumsi yang berlebihan di luar batas kemampuan yang mereka terima.
Belanja dengan kartu kredit, kemudian menyicil rumah sehingga membuat masyrakat
Amerika mengalamin banyak hutang, dan akibatnya perusahaan yang memberikan
kredit itu bangkrut karena tidak dapat membayar hutang dengan jatoh tempo yang
di sediakan.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Dampaknya tak hanya dari
sektor keuangan melainkan dari non keuangan, dikarenakan menurunnya daya beli
masyarakat Amerika. Akibatnya menurunnya juga barang impor dan ekspor dari negara
negara yang selama ini mensupply barang yang di butuhkan oleh negara Amerika
Serikat ini membuat dampak yang cukup besar bagi dunia karena banyak negara
negara yang mengandalkan ekspor dari Amerika Serikat.

Dari sumber yang di
dapat, terdapat 5 penyebab terjadinya krisis yang terjadi di Amerika Serikat
yaitu penumpukan hutang, adanya program pengurangan pajak korporasi yang
mengakibatkan berkurangnya pendapatan negara, membiayai perang Irak dan
Afghanistan yang mengeluiarkan biaya besar, Lembaga CFTC(Commodity Futures Trading Commision) tidak mengawasi ICE
(Inter Continental Exchange) sebuah badan yang melakukan aktifitas perdagangan
berjangka, menurunnya harga surat surat property dan murahnya suku bunga.
Turunnya suku bunga yang di lakukan oleh bank sentral Amerika Serikat yang pada
saat itu di pimpin oleh Alan Greenspan membuat gejolak baru.

Krisis yang awalnya hanya
di rasakan oleh warga Amerika kini semakin merambat bahkan sampai mendunia
karena perekonomian saling terhubung satu sama lain, dampak ini pun di rasakan
oleh negara Indonesia yaitu dengan jatohnya mata uang Rupiah, yang menjadikan
pengusaha Indonesia sulit untuk membeli produk atau bahan baku yang transaksinya
menggunakan mata urang dollar.

Di regional Asia,
Indonesia adalah negara yang mengalami dampak terkecil di bandingkan negara
Asia lain atau dunia lain, ini di karenakan Indonesia hanya memiliki rasio
ekspor sebesar 29%. Namun dengan dampak ini banyak perusahaan yang mengurangin
tenaga kerjanya. Dengan berkurangnya tenaga kerja kemungkinan pengangguran akan
bertambah dan akan mengakibatkan meningkatnya kemiskinan .

 

 

Para pakar Ekonomi
khususnya yang berada di negara Indonesia telah mencari solusi dengan cara
memperkuat sektor mikro karena sektor ini tidak terlalu mempengaruhi faktor
faktor eksternal misalnya nilai tukar mata uang. Kemudia faktor mikro terbukti
lebih tahan terhadap goncangan goncangan dan dapat membantu mempekerjakan orang
yang ada di dalam negeri sehingga dapat mengurangi pengangguran yang ada di
Indonesia.

 

 

Krisis
2011

            Yang
terjadi pada tahun 2011 merupakan hal yang wajar karena sebagian negara Europa
mengalamai defisit dalam anggaran pemerintahnya yang di barengi juga dengan
meningkatnya rasio hutang per PDB(Produk Domestik Bruto) yang berakibat
menurunnya kemampuan untuk membayar defisit. Hal ini mengakibatkan otomatis
akan memperlambat bahkan bias membuat menurunnya perekonomian yang ada di benua
Europa.

            Penggunaan
hutang yang tidak efisien dan terkontrol semakin tidak memiliki arah yang jelas
dan semakin menjadikan anggaran pemerintah Europa semakin berat, menjadikan
melemahnya sektor perekonomian dan berkurangnya ketahan ekonomi dan di tambah
berkurangnya kesempatan kerja warga di kawasana benua Europa.

            Mengingkatnya
hutang luar negeri dan menurunya defisit anggaran pemerintah, beberapa negaran
di Europa bahkan sudah menembuh angka 30% per DPB, defisit defisit inilah yang
akan menunjukan krisis financial, dimana sedang bertumbuh pesat sektor industri
dan finasialnya. Hal iini eratnya dengan krisis yang di alami oleh negara
Amerika Serikat pada tahun 2008 yang memberikan efek pada perbankkan Europa.

            Celakanya
defisit ini juga di barengi oleh meningkatnya signifikan atas hutang hutang
negara Europa yang di akibatkan oleh upaya penutupan defisit fiscal yang paling
tertinggi. Ini di karena penggunaa hutang yang tidak memiliki tujuan yang jelas
dan tidak bias mengefisienkan anggaran yang kemudian memberatkan pemerintahan
negara negara di kawasan Europa. Penggunaan finansial global hanya akan
memberikan keuntungan bagi pengusaha atau penguasa kalangan atas yang telah
banyak memiliki asset, dan hal akan terjadi sebaliknya akan semakin
menyengsarakan kehidupan golongan golongan yang berada di bawah.

            Hal
ini merupakan ada dampak bagi Indonesia dikarena kan perekonomian yang ada di
Indonesia sudah semakin terbuka, hal ini mengakibatkan kondisi finansial yang
ada di Indonesia akan semakin rentan, pengaruh krisis Europa ini berjalan
dengan beberapa prediksi yaitu yang pertama transmisinya moneter dan keuangan
melalui suku bunga, nilai tukar Rupiah, kredit dan surat utang negara. Pemerintah
Indonesia harus lebih hati hati dalam aspek aspek tersebut.

           

 

Krisis ekonomo Europa ini
merupakan awal dari krisis ekonomi global yang akan di hadapi Indonesia dan
akan mempengaruhin krisis krisis ekonomi di Indonesia, dan sebaiknya pemerintah
Indonesia lebih berhati hati dan berjaga jaga akan kondisi ini, secara dampak
dari krisis Europa ini sangat berasa di Indonesia dimana menurutnya nilai
ekspor dan akan memunculkan inflasi  pada
mata uang Rupiah dan kemungkinan aka nada perlambatan perekonomian yang di
sebabkan adanya inflasidan sangat bergantung pada kesejahteraan masyarakat
Indonesia

Walaupun tidak terlalu
berdampak besar dari krisis Europa ini dilihat dari kondisi perbankan yang
masih sangan stabil, dan ekonomi domestic yang masih menjadi sumber terbesar
dari pertumbuhan ekonomi, namun hal ini belum tentu memberikan jaminan
dikarenakan perekonomian di Indonesia masih sangat sensitive terhadap sentiment
negative dari pasar yang dapan menggejolakan nilai tukar mata uang Rupiah..