1. seperti : The effects of health shocks on

1.       Kajian ekonomi dalam
kesehatan yang digunakan dalam menetukan pilihan-pilihan dalam upaya mencapai
kesehatan yang berdampak kepada pembangunan dan dampak pembangunan terhadap
kesehatan. Penelitian ini seperti :

The
effects of health shocks on life insurance consumption, economic growth, and
health expenditure: A dynamic time and space analysis oleh Kuan Ming Wang

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Kajiannya :

Dengan
menggunakan data tahunan 2004-2013 dari 22 negara, penelitian ini secara
empiris menguji apakah perubahan status kesehatan yang dirasakan (yaitu, gangguan
kesehatan) dapat mempengaruhi atau berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan penambahan
asuransi jiwa berpengaruh terhadap pengeluaran kesehatan. Model yang digunakan vektor autoregression panel parameter
variasi waktu struktural untuk membangun model empiris multinasional dan
menghasilkan empat hasil utama: (1) Variabel gangguan kesehatan, yang ditunjukkan
pada kesehatan yang dirasakan oleh kondisi sosial ekonomi, akan berdampak
positif yang berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan
konsumsi asuransi, dan pertumbuhan belanja kesehatan. (2) Mengenai dampak
variabel produk domestik bruto, asuransi ditemukan membiayai pengeluaran
kesehatan dalam jangka pendek. (3) Dalam kondisi dinamis, pada tingkat
pendapatan tinggi, guncangan kesehatan merangsang pertumbuhan ekonomi, namun
pada tingkat pendapatan rendah, guncangan kesehatan dapat membuat pertumbuhan
ekonomi stagnan; itu juga bisa mengurangi pengeluaran kesehatan. (4) Pada
tingkat pendapatan rendah, asuransi tidak dapat mendiversifikasi guncangan
kesehatan. Karena krisis keuangan, telah terjadi perubahan struktural dalam
ekonomi global, dan ini mempengaruhi hubungan antara pertumbuhan ekonomi,
konsumsi asuransi, dan pengeluaran kesehatan.

 

2.      
Kajian
ini menjadi menarik ketika dilakukan karena membahas tentang eksternalitas,
public good dan costomer innorance,
dalam kajian eksternalitas dilihat bahwa efek dari kesehatan memberikan dampak
(positif/negatif) yang dialami orang lain sebagai akibat perbuatan seseorang
seperti kajian yang dilakukan oleh:  dimana hasil kajian ini menghasilkan sebagai
berikut :

The National
Health Insurance system as one type of new typology: The case of South Korea
and Taiwan oleh : Sang Yi Lii,  at all

Kajiannya :

Memahami
tipologi kerangka kerja utama yang digunakan pada sistem perawatan kesehatan.
berbagai kriteria yang berbeda pada sistem perawatan kesehatan, ada beberapa
tipologi telah diperkenalkan dan diterapkan pada sistem perawatan kesehatan
setiap negara. Seperti, National Health Service (NHS), Asuransi Kesehatan
Sosial (Health Social Insurance / SHI), dan Asuransi Kesehatan Swasta (PHI)
adalah tiga jenis sistem perawatan kesehatan yang paling terkenal dalam
tipologi 3-model. Dibedakan dari tipologi 3-model perawatan kesehatan yang adalah
sistemnya, Korea Selatan dan Taiwan menerapkan konsep baru tentang sistem
Asuransi Kesehatan Nasional (NHI). Stipologi ini tidak ada sebelumnya dan belum
pernah diterapkan di negara-negara lainnya, Tipologi ini dapat diterapkan pada
NHI negara-negara ini untuk menjelaskan fitur uniknya dengan cara yang benar,
tipologi baru perlu dilakukan dan diperkenalkan. Maka pada penelitian ini ini
memperkenalkan tipologi baru dengan dua variabel penting yaitu ‘administrasi
negara untuk kesehatan pembiayaan perawatan ‘dan’ badan utama untuk penyediaan
layanan kesehatan, dengan dua variabel ini, sistem perawatan kesehatan nasional
di dunia dapat dibagi menjadi empat jenis model: NHS, SHI, NHI, dan PHI (model
Liberal). Penelitian ini menguraikan alasannya mengembangkan tipologi baru dan
memperkenalkan fitur dan kerangka kerja utama NHI yang diterapkan oleh Korea
Selatan dan Taiwan tahun 1990an.

 

3.      
Ekternalitas
dapat berupa public good sebagai
komoditi bagi masyarat dan sosial
marginal benefit yang mana manfaat dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat
bisa dalam bentuk pelayanan maupun pencegahan, sedangkan pada privat good bisa berbentuk kuratif
dimana marginal benefit dimana
utility hanya dinikmati oleh individu saja seperti yang dikaji dalam penelitian
yang berjudul :  

How effective
health insurance schemes are in tackling economic burden of healthcare in India
Oleh Sandhiya R. Mahapatro.  at all

kajian :

Sistem pelayanan kesehatan
swasta di India merupakan salah satu sistem kesehatan yang paling tinggi di
dunia. Dimana beban keuangan pembayaran OOP akan memberikan dampak yang tidak
baik terhadap akses terhadap perawatan kesehatan karena akses layanan kesehatan
dibatasi bagi kalangan orang miskin. Maka untuk memberikan akses pelayanan kesehatan
yang universal oleh pemerintah kepada warganya maka diluncurkan program asuransi
kesehatan.

Objektif penelitian ini
mencoba untuk memahami dampak skema asuransi kesehatan dalam mengatasi beban
ekonomi dari pengeluaran dana dan efektivitasnya dalam mengurangi kesenjangan
ekonomi dalam belanja layanan kesehatan.

Metode : Penelitian ini
menggunakan data Survei Sampel Nasional 2014 untuk memenuhi tujuan. Metode
menggunakan metode analisis bivariate dan two-part model digunakan untuk
menguji hubungan antara asuransi kesehatan dengan tingkat pengeluaran kesehatan
dan beban keuangan.

Hasil : Makalah ini
menunjukkan bahwa skema asuransi kesehatan efektif dalam mengurangi beban
pengeluaran OOP namun perbedaan ekonomi dalam beban keuangan pengeluaran OOP
ada dimana masyarakat miskin dengan pendapatan kurang menghabiskan bagian
pendapatan rumah tangga yang lebih besar daripada orang kaya.

Kesimpulan  : Peningkatan cakupan orang miskin di bawah
asuransi kesehatan tidak diragukan lagi melindungi terhadap pemiskinan
perawatan kesehatan, namun hanya penyediaan perawatan kesehatan tidak mencakup
masalah keadilan dalam pengeluaran kesehatan karena beban pengeluaran kesehatan
lebih banyak di antara orang miskin. Implikasi utama dari temuan ini adalah
bahwa ada kebutuhan untuk menganalisis implikasi efisiensi dan kesetaraan skema
asuransi kesehatan dalam memberikan perlindungan finansial

 

4.      
Disamping
itu juga membahas tentang costomer ignorance dimana konsumen sangat bergantung
kepada provider pelayanan kesehatan, dimana konsumen tidak tahu banyak tentang
jenis pelayanan kesehatan dan pengobatan yang dibutuhkan. Sehingga produsen
yang menentukan bentuk jenis pelayanan yang dibutuhkan oleh konsumen seperti
penelitian yang dilakukan oleh

Social
insurance, private health insurance and individual welfare oleh : Kai Zhao

Kajiannya
:

Penelitian ini
mengkaji dampak asuransi sosial terhadap pilihan dan kesejahteraan individu
dalam model ekuilibrium umum yang dinamis dengan biaya pengobatan yang tidak
pasti dan pilihan asuransi kesehatan individu. Hasil temuan bahwa asuransi
sosial (dimodelkan sebagai kombinasi dari tingkat konsumsi minimum dan program
Medicaid) tidak hanya mendistorsi keputusan pasokan dan pasokan tenaga kerja,
namun juga memiliki pengaruh yang besar terhadap permintaan akan asuransi
kesehatan swasta. Namun, terlepas dari efek distorsi, konsekuensi kesejahteraan
bersih dari penghapusan asuransi sosial masih negatif dalam kebanyakan kasus.
Selain itu, efek crowding out yang besar pada asuransi kesehatan swasta
menunjukkan bahwa adanya program asuransi sosial mungkin menjadi salah satu
alasan mengapa beberapa orang Amerika tidak membeli asuransi kesehatan apa pun

 

Measuring
efficiency of health plan payment systems in managed competition health
insurance markets Oleh : Timothi. J. Layton. at all

Kajiannnya :

Pilihan yang merugikan di
pasar asuransi kesehatan menyebabkan dua jenis inefisiensi. Di sisi permintaan,
seleksi yang merugikan mengarah pada rencana distorsi harga yang mengakibatkan
pemilahan konsumen yang tidak efisien di seluruh rencana kesehatan. Di sisi
penawaran, seleksi yang merugikan menciptakan insentif agar rencana tidak
efisien mendistorsi keuntungan untuk menarik enrollees yang menguntungkan.
Reasuransi, penyesuaian risiko, dan kategori premium mengatasi masalah ini.
Dengan melakukan penelitian sebelumnya mengenai evaluasi sistem pembayaran
rencana kesehatan, kami mengembangkan pengukuran konsekuensi efisiensi dari
distorsi harga dan keuntungan berdasarkan sistem pembayaran yang diberikan.
Langkah-langkah kami didasarkan pada model ekonomi eksplisit dari perilaku
asuransi di bawah seleksi yang merugikan, menggabungkan beberapa fitur sistem
pembayaran rencana, dan dapat dihitung sebelum mengamati perilaku asuransi dan
konsumen yang sebenarnya. Kami menggambarkan penggunaan langkah-langkah ini dengan
data dari pasar simulasi untuk asuransi kesehatan perorangan.

 

5.      
Isu
yang berhubungan dengan ekonomi dalam mencapai welfere economic di Indonesia antara lain mobilitas sumberdaya pada
pembiayaan kesehatan dan tenaga kesehatan dalam bidang kesehatan seberapa besar
anggaran pemerintah untuk mendanai kesehatan seperti pada APBN 2-3 % naik
menjadi 6 % dan di tahun 2018 naik menjadi 9,9%, seperti kajian yang dilakukan
oleh Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F Moeloek, mengatakan bawhwa miss-mactch
mengambarkan belum sesuainya antara pemasukan dari premi asuransi dengan beban
pelayanan kesehatan yaitu Rp. 3,3 Triliun tahun 2014 dan diperkirakan 6 Triliun
tahun 2016, sehingga defisit BPJS tahun 
2017 mencapai 11 trilun, terjadinya defisit tersebut disebabkan oleh
moral Hazard sekelompok masyarakat yang mampu dengan memanfaatkan BPJS
kesehatan untuk mendapatkan keuntungan, defisit disebabkan juga dengan adanya
peserta yang mendaftar ketika mengalami sakit.

6.      
Isu
lainnya yang berkembang adalah bagaimana penerapan jaminan kesehatan berupa
asuransi kesehatan dengan bentuk penghimpunan dana dari peserta asuransi
(apakah asuransi compulsary atau voluntary), bagaimana pemanfaatannya, dampak
asuransi terhadap pelayanan kesehatan dipedesaan, pemerataan pelayanan
kesehatan dan beban subsidi yang ditanggung pemerintah, dan bagaimana deman
masyarakat terhadap asuransi tersebut, bagaimana biaya kesehatan yang dirasakan
oleh masyarakat.

 

Private
health insurance in Sweden: Fast-track lanes and the alleged attempts to stop
them Oleh : John Lapidus

Kajiannnya :

Menurut Health and Medical
Services Act (1982: 763), mereka yang memiliki kebutuhan perawatan kesehatan
terbesar harus diprioritaskan. Hal ini ditantang oleh pesatnya munculnya
asuransi kesehatan swasta yang meningkatkan porsi pendanaan swasta dan
menciptakan jalur jalur cepat di mana beberapa orang mendapatkan akses lebih
cepat ke layanan kesehatan daripada yang lain. Hukum Stop, yang diterapkan oleh
pemerintah Sosial Demokrat pada tahun 2006, pada umumnya dianggap sebagai cara
untuk mengakhiri jalur jalur cepat dalam perawatan kesehatan Swedia.
Berdasarkan pemeriksaan menyeluruh hukum dan sejarah legislatifnya – laporan
resmi, proposisi, komentar atas laporan resmi – artikel ini berpendapat bahwa
Hukum Stop begitu penuh dengan pengecualian dan celah bahwa hal itu tidak
mengancam keberadaan jalur jalur cepat. Hal yang sama berlaku untuk usulan
Sosial Demokrat serupa dari tahun 2016, yang juga diperiksa dalam artikel
tersebut. Selanjutnya, artikel tersebut menganalisis posisi sayap kanan tengah
pada jalur jalur cepat dalam perawatan kesehatan Swedia. Singkatnya, dikatakan
bahwa politisi dari semua garis telah membiarkan perkembangan berjalan meskipun
didukung dengan suara bulat atas gagasan bahwa perawatan kesehatan Swedia diberikan
kepada semua orang dengan persyaratan yang sama.

 

7.      
Permasalahan
lain kebijakan penetapan tarif pelayanan RS dengan (equity), keterbatasan anggaran kesehatan, biaya operasional RS dan
investasi yang besar seperti :

Financialisation
in health care: An analysis of private equity fund investments in Turkey

Oleh : Ipev  Eren Vural

Kajiannya :

Krisis keuangan global
2007-2008 membangkitkan kembali minat pada dampak pasar keuangan dan pelaku
kehidupan sosial dan ekonomi kita. Meski begitu, penelitian tentang perawatan
kesehatan masih kurang. Artikel ini menyajikan temuan  dari penelitian tentang satu modalitas investasi finansial dalam
perawatan kesehatan: investasi dana ekuitas swasta global di rumah sakit
swasta. Mengadopsi pendekatan ekonomi politik, ia menganalisis pengemudi dan
dampak dari peningkatan investasi ekuitas swasta global di sektor rumah sakit
swasta Turki di tengah krisis keuangan global. Analisis ini berasal dari
tinjauan literatur penelitian dan arsip, serta enam wawancara mendalam yang
diadakan dengan pemilik / direktur dewan eksekutif / manajer umum dari rantai
rumah sakit swasta terbesar di Turki dan mitra umum investor PE mereka. Proses
wawancara berlangsung antara Januari dan November 2016. Semua wawancara
dilakukan oleh penulis di Istanbul. Temuan ini menunjukkan adanya hubungan yang
saling menguatkan antara kebijakan neoliberal dan proses keuangan dalam
perawatan kesehatan. Artikel tersebut menunjukkan bahwa reformasi kesehatan
neoliberal, diperkenalkan di bawah pemerintahan Justice and Development Party
(JDP) berturut-turut di Turki, merupakan prekursor penting dari investasi
ekuitas swasta dalam layanan kesehatan. Investasi ekuitas swasta ini, pada
gilirannya, mengintensifkan dan memperluas proses marketisasi dalam layanan
perawatan kesehatan. Empat dampak diidentifikasi, dimana investasi ekuitas
swasta mempercepat pemasyarakatan layanan perawatan kesehatan. Ini terkait
dengan dampak investasi ekuitas swasta pada a) memajukan proses pembentukan
rantai oleh kialisasi besar dalam perawatan kesehatan: Analisis investasi dana
ekuitas swasta di Turki

8.      
Mekanisme
pasar dan peran swasta sebagai provider dimana persaingan pasar yang
mengasilkan harga keseimbangan untuk penyediaan pelayanan sesuai dengan
permintaan dan penawaran.

National Health Insurance and
precautionary saving: evidence from Taiwan

Oleh : Shin-Yi Chaou

Kajiannnya :

Dengan mengurangi ketidakpastian
tentang biaya medis masa depan, asuransi kesehatan yang komprehensif dapat
mengurangi penghematan pencegahan rumah tangga. Kami memeriksa efek ini dengan
menggunakan data mikro Taiwan mencakup pengenalan Asuransi Kesehatan Nasional
1995. Efek Asuransi Kesehatan Nasional terlihat pada penggunaan variasi dasar
pekerjaan yang ditanggung asuransi. Penggantian pertanggungan asuransi pada
rumah tangga sebelumnya dengan National Asuransi Kesehatan bersifat eksogen
terhadap rumah tangga, jadi taksiran kami tidak tunduk pada seleksibias
Dibandingkan dengan program asuransi pemerintah sebelumnya, National Health
Asuransi mengurangi tabungan dengan rata-rata 8,6-13,7% dengan dampak terbesar
rumah tangga dengan tabungan terkecil.

 

9.       Disamping itu ada pula
pembanguanan kesehatan di pengaruhi oleh politik ekonomi budaya dan sosial Seperti:

Developing
an adequate supply of health services: Taiwan’s path to Universal Health
Coverage  Oleh :
Jui fen Rachel Lu dan Tung-liang Chiang

Kajiannnya :

Cakupan Kesehatan Universal
(Universal Health Coverage – UHC) menyerukan cakupan efektif universal, yang
menekankan bahwa orang harus memiliki akses yang sama terhadap layanan yang
tercakup. Pertanyaan kritis kemudian muncul: kebijakan apa yang dapat diambil
oleh sebuah negara untuk menjamin pasokan layanan yang memadai dan
mendistribusikannya secara layak ke setiap komunitas dan strata sosial ekonomi?
Taiwan menggunakan insentif, perlu adanya kemitraan antara publik dan swasta
sehingga peraturan yang efektif untuk menghasilkan pasokan UHC yang memadai.
Seperti yang dilakukan oleh Taiwan

Taiwan merupakan yang berhasil
menerapkan UHC dimana mulai diterapkan program Asuransi Kesehatan Nasional
(NHI) pada tahun 1995. Adanya political
will dari pemerintah untuk mencapai UHC, yang merupakan kunci
keberhasilannya dalam mencapai UHC yang efektif kepada 23 juta penduduk,
seperti kesiapan sektor pelayanan kesehatan, hasil dari perencanaan pada dua
dekade pengembangan dimulai pada periode pra-NHI. Pada penelitian ini dibahas
tentang bagaimana Taiwan secara historis membangun pasokan layanan kesehatan dalam
mencapai UHC. Dimana ada empat strategi utama yang diterapkan dalam
pengembangan sektor layanan kesehatan, yaitu: 1) meningkatkan kemitraan
publik-swasta dalam pengembangan sumber daya medis dengan insentif dan subsidi
pajak; 2) memperbaiki disparitas regional dalam distribusi sumber daya medis
melalui insentif dan peraturan yang efektif; 3) menjaga kualitas asuhan dengan
mengatur penyedia layanan melalui program perizinan dan akreditasi; dan 4)
memperkenalkan  proses penyusunan kebijakan
dasar bukti

Universal health insurance
coverage for 1.3 billion people: What accounts for China’s success  Oleh :Hau Yu

Kajiannya :

Cakupan asuransi kesehatan universal
untuk 1,3 miliar orang: Apa yang menyebabkan keberhasilan China China berhasil mencapai cakupan
asuransi kesehatan universal di tahun 2011, merupakan perluasan cakupan
asuransi terbesar dalam sejarah manusia. Sementara pencapaian tersebut diakui
secara luas, masih banyak yang belum dijelajahi mengapa China dapat mencapainya
dalam waktu singkat. Penelitian ini bertujuan untuk meliahat celah. Melalui
analisis politik dan sosio-ekonomi yang sistematis, ini mengidentifikasi tujuh
pendorong utama keberhasilan China, (1) wabah SARS sebagai pemicu program ini,
(2) dukungan publik yang kuat untuk intervensi pemerintah dalam perawatan
kesehatan, (3) diperbaharui komitmen politik dari para pemimpin puncak, (4)
subsidi pemerintah yang berat, (5) kapasitas fiskal yang didukung oleh kekuatan
ekonomi China, (6) tanggung jawab keuangan dan politik yang didelegasikan
kepada pemerintah daerah dan (7) strategi pelaksanaan program. Tiga faktor
tampaknya unik di China (yaitu wabah SARS, delegasi, dan strategi program).
Sementara faktor lainnya banyak ditemukan pada pengalaman ekspansi asuransi di
negara-negara lain. Studi ini juga membahas tantangan dan rekomendasi untuk
pembiayaan kesehatan China, seperti mengurangi risiko finansial sebagai prioritas
utama, menyamakan manfaat di program asuransi sebagai tujuan jangka panjang,
meningkatkan kualitas dengan mengikat pembayaran penyedia terhadap kinerja, dan
mengendalikan biaya melalui inisiatif reformasi yang terkoordinasi. Akhirnya,
ini menarik pelajaran bagi negara-negara berkembang lainnya

Universal
health coverage in Turkey: enhancement of equity : Peneliti Ritfa Atum. at all

Kajiannya :

Turkey telah
berhasil memperkenalkan perubahan sistem kesehatan dan memberikan hak kesehatan
warganya dalam mencapai UHC, yang membantu mengatasi ketidakadilan dalam
pembiayaan, akses layanan kesehatan, dan hasil kesehatan. Kami melacak lintasan
reformasi sistem kesehatan di Turki, dengan penekanan khusus pada 2003-13, yang
bertepatan dengan Program Transformasi Kesehatan (Health Transformation Program
– HTP). HTP dengan cepat memperluas cakupan asuransi kesehatan dan akses
terhadap layanan perawatan kesehatan untuk semua warga negara, terutama
kelompok penduduk paling miskin, untuk mencapai cakupan kesehatan universal.
Pengerak secara kontektual yang membentuk transformasi dalam sistem kesehatan,
mengeksplorasi perancangan dan implementasi HTP, mengidentifikasi faktor-faktor
yang memungkinkan keberhasilannya, dan menyelidiki pengaruhnya. Temuan
penelitian ini menunjukkan bahwa HTP berperan penting dalam mencapai cakupan
kesehatan universal untuk meningkatkan kesetaraan secara substansial, dan
menghasilkan efek yang dapat diukur dan menguntungkan pada semua sasaran sistem
kesehatan, dengan tingkat kesehatan dan distribusi yang lebih baik, keadilan
yang lebih besar dalam pembiayaan dengan perlindungan finansial yang lebih
baik, dan terutama peningkatan kepuasan pengguna. Setelah HTP, lima skema
asuransi kesehatan dikonsolidasikan untuk menciptakan skema Jaminan Kesehatan
Umum terpadu dengan manfaat yang harmonis dan diperluas. Cakupan asuransi untuk
kelompok penduduk termiskin di Turki meningkat dari 2-4 juta orang di tahun
2003 menjadi 10-2 juta di tahun 2011. Akses layanan kesehatan meningkat di
seluruh negeri  khususnya, akses dan
penggunaan layanan kesehatan ibu dan anak kunci meningkat menjadi membantu
mengurangi rasio kematian ibu hamil, dan kematian di bawah usia 5 tahun, bayi,
dan neonatal, terutama pada kelompok yang kurang beruntung secara sosioekonomi.
Beberapa faktor membantu pencapaian cakupan kesehatan universal dan memperbaiki
hasil. Faktor-faktor ini meliputi pertumbuhan ekonomi, stabilitas politik,
strategi transformasi komprehensif yang dipimpin oleh tim transformasi,
penjabaran kebijakan yang cepat, implementasi yang fleksibel dengan
pembelajaran terus-menerus, dan perbaikan simultan dalam sistem kesehatan, baik
pada sisi permintaan (peningkatan cakupan asuransi kesehatan, keuntungan yang
diperluas, dan mengurangi pembagian biaya) dan sisi penawaran (perluasan
infrastruktur, sumber daya manusia kesehatan, dan layanan kesehatan).